kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Warga Nikah Bayar 700.000

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah warga kurang mampu mengeluhkan pungutan liar (pungli) yang diatasnamakan biaya administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Makasar. Kantor itu tak ubahnya sarang pungli.

Mereka yang akan melangsungkan pernikahan mengaku dipaksa membayar biaya jauh lebih besar dari biaya resmi yang ditetapkan. Bahkan, beberapa pasangan warga miskin yang sudah mendaftar akan menikah, akhirnya memilih menikah siri karena tidak mampu membayar pungutan liar yang diminta petugas di KUA Makasar.

Nasrul (34), seorang warga Cipinang Melayu yang ditemui, Kamis (21/10/2010) mengatakan, pungli yang dipatok oknum petugas KUA itu mencapai Rp 500.000-Rp 700.000. Padahal biaya administrasi pernikahan resmi yang tertera di kantor KUA Kecamatan Makasar hanya Rp 35.000 (bila menikah di KUA) dan Rp 85.000 (bila menikah di luar KUA atau penghulu mendatangi pasangan).

Nasrul menuturkan, pungutan liar itu dimulai sejak pasangan akan mendaftarkan rencana pernikahan ke KUA setelah mendapatkan surat pengantar dari RT, RW dan Kelurahan.

Di Kantor KUA Kecamatan Makasar, mereka akan dikenai Biaya pendaftaran oleh petugas KUA sebesar Rp 110.000. “Jika tidak membayar sebesar itu, maka proses perkawinan dipersulit. Alasan yang paling sering adalah jadwal penghulu KUA yang padat,” kata Nasrul yang mengaku sudah tiga kali menjadi saksi dan mengantar tetangganya menikah di KUA Kecamatan Makasar.

Jika sudah membayar uang pendaftaran, maka KUA akan menetapkan lagi uang administrasi antara Rp 500.000 dan Rp 700.000 di hari pernikahan. “Pasangan akan disuruh menyiapkan biaya sebesar itu, baik untuk menikah di KUA atau menikah di luar di mana penghulu akan mendatangi tempat pasangan akan menikah,” papar Nasrul.

Besarnya biaya itu tergantung negosiasi antara pasangan dan orang KUA. “Pokoknya, kayak transaksi jual beli lah,” ujamya.

Menurut Nasrul, ada sekitar sepuluh pasangan kurang mampu di RW 01 Cipinang Melayu yang melakukan nikah siri lantaran tak memiliki uang. Yang membuatnya heran, pihak penghulu diundang atau tidak, biayanya tetap sama mahalnya.

“Kalau kami nikah di KUA atau di rumah, biayanya sama mahalnya,” keluhnya.

Hal senada juga dikatakan Mudin, warga Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur. Menurutnya, pembayaran uang antara Rp 500.000 dan Rp 700.000 itu harus dibayarkan seusai pengucapan ijab kabul dan sama sekali tanpa disertai tanda terima.

‘Tanda terima yang diterima pasangan tetap saja biaya resmi, yakni Rp 80.000 atau Rp 35.000,” ungkapnya.

Menurut Mudin, sebenarnya ada program BDB (Bebas Dana dan Biaya) bagi pasangan warga miskin yang akan menikah. “Tapi tetap saja, mereka tak terima sekalipun sudah menunjukkan SKTM,” katanya.

Menurut Mudin, petugas seolah tak peduli dengan kondisi ekonomi calon pengantin. Jika pasangan tidak mampu membayar maka petugas akan berkelit bahwa jadwal pernikahan tengah padat sehingga harus menunggu giliran yang lain dan disuruh mengumpulkan uang dahulu.

Kepala KUA Kecamatan Makasar Ansori Syahrudin membantah adanya pungutan liar tersebut. Ansori menyesalkan keluhan warganya itu disampaikan ke wartawan dan meminta mereka datang saja ke kantornya untuk diberikan penjelasan.

“Tidak ada pungutan sebesar itu, semua yang nikah di sini biayanya resmi dan tertera di papan pengumuman. Kalau ada warga yang komplain atau mengeluh, saya minta datang saja ke kantor,” ujarnya.

Ansori juga mengaku sudah menerapkan program BDB pernikahan bagi masyarakat miskin dan tak mampu di wilayahnya. Sayangnya, dia tak bisa menyebutkan berapa jumlah orang miskin yang telah nikah gratis itu.

“Syaratnya mudah, cukup lampirkan pengantar dari RT/RW dan kelurahan setempat serta surat tidak mampu, agar dapat nikah gratis,” ujarnya. (bum)

—————————————————

ya beginilah kalo Islam cuma sebatas akad nikah aja. Gak sampai kepada mengatur petugas nikah maupun mempelai. Gak heran juga ketika nikah jadi jual beli, hasilnya keluarga yang broken. Ckckck. Kasihan islam kalo gini. Namanya dijatuhkan oleh umatnya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: