kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Kacamata Baruku

Malam sudah datang menyelimuti kota. Terangnya matahari dah pasti hilang dari peredaran. Tapi di tengah kota suasana malam yang sunyi dan damai sepertinya gak berlaku. Puluhan bahkan ratusan atau mungkin ribuan ya, datang dan berdiri di dalam lapangan yang luasnya ya lumayan bikin capek kalo disuruh motong rumput di situ.

Jam dinding sudah menunjuk angka 7 dan 12. Gak pake ijin gak pake Tanya lampu di panggung dan di sekitarnya mati (Hmm. Meniru ulah PLN nih kayaknya). Tapi suer nih, ni bukan lampu mati di tengah konser. Karena ketika lampu mati udah bunyi suara gitar, drum dan laennya.

Penonton pun dah mulai teriak-teriak. Apalagi orang di sebelah saya. Malah udah pingsan begitu music sudah meraung dibalik kotak ajaib bernama speaker. Namun ditunggu semenit yang nyanyi belum nongol, ditunggu dua menit juga belum. Penonton muali bingung. Panitia juga terlihat bingung.

Dan gak lama berselang lampu mulai menyala lagi. Terlihat sesosok mayat tergeletak diatas panggung. Namun sebelum polisi datang mengamankan kasus pembunuhan ini, ternyata mayatnya hidup kembali. Dengan wajah merah bukan jambu, mayat yang wajahnya kayak vokalis band itu pun bangun. Eh salah ding. Itu bukan mayat ternyata, ternyata itu emang beneran vokalis band. Haduh, tambah bingung kan. Tenang aja yang bingung banyak kok. Penonton bingung, panitia bingung, yang nulis apalagi. Wong yang nulis gak ikut nonton konser. Eh, selidik punya selidik ternyata sang vokalis ni kakinya kecantol kabel waktu mau masuk panggung. “Gak kliatan bro kabelnya, item doank” gitu katanya sang vokalis. Ya wajarlah. Meskipun kabel yang jadi tersangka itu warnanya orange menyala, tapi sang vokalis entah kenapa pake kacamata item waktu itu. Jadi ya … mau gimana lagi dah nasibnya nyium dasar panggung.

Hmm. So, sobat muslim semua, kalo kita bicara makna maka banyak banget yang bisa kita ambil dari cerita ngarang di atas. Mulai dari banyaknya orang yang lebih suka nonton konser sampai sampai gak bolehnya minum minuman keras (iya ta?). Tapi pada tulisan ini kita belum akan mbahas gak bolehnya miras ataupun boleh nggaknya konser nih. Namun kita akan mengintrogasi dan mencari keterangan dari tersangka penghancur konser ngarang kita di atas. Sapalagi kalo bukan si mungil kacamata.

Sebenernya sih gak cocok juga kalo kacamata dijadikan tersangka pada kasus “penjatuhan” di atas. Di masyarakat pun komentarnya gak jauh dari “kasihan ya vokalisnya” atau “kapok” atau yang lebih brutal adalah “vokalis stress, masak gelap-gelap pake kacamata”. Yah, padahal maksud hati pengen lebih gaya pake kacamata hitam merk italia dengan harga jutaan, eh akhirnya dapet juga gaya salto ala bruce lee atau jacky chan. Ckckck.

Kacamata emang udah jadi trend baru saat ini. Berbagai jenis dan fungsi kacamata sudah ada. Mulai dari yang min sampai plus, ada yang hitam, biru, kuning, bahkan kacamata sudah sejak lama jadi trend di dunia kuda.

Kacamata apapun jenisnya udah pasti punya fungsi dan tujuan masing-masing. Kacamata minus berguna bagi yang punya pengelihatan rabun jauh. Kacamata hitam berguna bagi yang mau jalan di temat yang silau. Kacamata kuda juga berguna bagi orang yang suka jelalatan liatin aurat-aurat di pinggir jalan.

Meskipun katanya buat membantu tapi kalo kacamata gak difungsikan dengan baik jadinya ya gak karuan. Orang dengan pengelihatan minus dikasih kacamata plus. Gak nyambung. Orang yang ditempat gelap pake kacamata hitam. Nubruk. Begitu pula kalo kuda pake kacamata manusia. Stress.

So, intinya adalah dalam dunia perkacamataan kalo ada orang mau pake kacamata selalu di itung dan diukur kebutuhannya. Nah proses seperti ini juga berlaku ketika kita mau memperbaiki pandangan kita terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Apalagi kalo kita selain memandang perbuatannya juga mau lihat perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk.

Nah lho. Padahal memilih kacamata untuk melihat baek buruk tu gak kalah penting dengan kacamata untuk mata kita. Akibat kalau salah milih juga gak kalah “wah”. Kalo kacamata biasa kalau salah bisa pusing utawa nubruk, kalo salah pake kacamata baek buruk akibatnya juga bisa jadi pusing and nubruk kemana-mana juga.

Kalo mau contoh udah buanyak banget. Setelah pake kacamata hitam ada yang nubruk terus hamil. Setelah hamil kacamatanya diganti kacamata hitam, eh jadinya aborsi. Ada juga yang salah pake kacamata plus milik kakek-kakek, eh jadinya puyeng n masuk penjara gara-gara kena narkoba.

So, sobat muslim semua, untuk memilih kacamata yang bisa untuk melihat mana yang baek dan mana yang buruk itu penting. Tapi bukan berate gara-gara penting tu jadinya sulit. Menemukan kacamata yang pas itu gak sulit kok, asalkan kita punya niat kesana. Masalahnya kebanyakan dari manusia udah terlena dengan kacamata-kacamata buatan saitan italia dengan merk “san evilman” atau kacamata buatan desainer saitan ternama. Jadi mau mencari kacamata yang bener sudah susah.

Padahal manusia sudah diciptakan dengan pandangan yang jernih dan terang untuk bisa melihat yang baek dan yang benar. Cuman maslahnya setelah manusia bertambah umurnya, maka pengelihatan tu banyak yang dikaburkan dengan berbagai kacamata yang melekat pada mata hati kita. Berbagai kacamata dipasangkan kedalam mata hati dan mata pikiran kita selama proses pendidikan, berinteraksi dengan lingkungan dan berteman dengan siapa saja. Dan gak sedikit dari kacamata itu yang made in hell. Alias dibuat langsung oleh seitan. Gawat kan.

Sekarang untuk mengembalikan pengelihatan yang terang dan jernih caranya dengan menggunakan kelebihan utama kita. Yups apalagi kalo bukan menggunakan akal kita. Nah dengan akal yang kita miliki maka harus kita piker dengan baik dan cermat tentang dunia, alam semesta maupun tentang kehidupan. Nah proses berfikir ini gak selamanya harus jadi ilmuan ataupun harus menemukan rumus-rumus fisika atau kimia. Namun dengan membaca berbagai teori ilmiah yang terbukti kebenarannya, mengamati alam, maupun dengan diskusi udah termasuk proses berfikir. Dan yang jelas bukan termasuk melamun ya.

Setelah kita memikirkan itu, maka harus dihubungkan dengan apa yang ada sebelum kehidupan ini dan apa yang ada setelah kehidupan ini. Udah pernah difikirkan blom ? Padahal proses seperti inilah yang mengantar kita menemukan Islam sebagai pedoman hidup kita.

Termasuk juga akan kita temukan berbagai kacamata produk Islam yang selama ini tertimbun dalam rak yang penuh debu. Kalo lihat bentuk mungkin kacamata ini gak terlihat meyakinkan. Bagusnya jelas kalah dengan buatan saitan. Tapi kalo ngomong jernihnya pengelihatan jelas beda jauh.

Dengan kacamata Islam kita bisa melihat dengan jelas mana yang baek mana yang buruk. Makanya orang yang pake kacamata ini selalu bisa menghindar ketika ada kabel yang ngangkut di jalan. Dia juga bisa melihat dengan lebih luas semua kejadian yang dia hadapi. Bukan hanya apa yang ada di depan saja.

Inilah muslim sejati. Bukan orang dengan baju muslim celana muslim sepatu muslim tapi kacamata baik buruknya buatan saitan dan kroni-kroninya. Atau dengan kacamata separo buatan setan separo Islam. Meskipun sekarang ini yang lagi trend. Di masjid pake kacamata lensa islam tapi keluar masjid lensanya hitam ala saitan.

Maka sudah saatnya kita menata ulang aksesoris mata benar salah kita. Jangan sampai kita terjebak dengan aksesoris yang justru membuat kita tersesat. Apalagi disaat kita sudah ada dalam jalan yang benar.

Comments on: "Kacamata Baruku" (3)

  1. Weleh weleh, tak kirane crita medeni…

  2. bwt sdra2 ayo cepetan update tulisan…^^

  3. semoga KIAS BATANG jawa tengah bisa terinspirasi Aamiin🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: