kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Hari ini genap 30 hari puasa berjalan. Suara riuh petasan silih berganti menyalak dari tangan anak-anak di sekitar. Suara takbir pun sahut menyahut seolah tak mau kalah memeriahkan malam yang hadir setahun sekali tersebut. Para pemuda pemudi, ibu bapak, bahkan kakek nenek semua ikut bahagia menyambut malam lebaran itu.
Namun terselip diantara jutaan wajah bahagia umat manusia, masih ada raut wajah sedih yang tampak di sebagian wajah umat Islam. Kekecewaan, kesedihan sedikit banyak terpahat di raut muka mereka. Seorang kawan baik telah pulang dari kunjungan singkatnya.
Makanya di era sms dan mms ini, gak sedikit ucapan selamat iedul fitri yang terselip dengan kesedihan ditinggal bulan penuh berkah ramadhan. Ato gak sedikit yang dalam smsnya tersirat sebuah harapan agar bisa merasakan nikmatnya suasana religious seperti di bulan ramadhan.
Padahal yang namanya mempertahankan ibadah di bulan Syawal dan seterusnya bukan pekerjaan yang gampang. Apalagi dalam kondisi masyarakat yang separuh Islam seperti saat ini. Ketika di bulan Ramadhan ketika kita jalan-jalan banyak aurat yang tertutup, namun keluar dari bulan Ramadhan sedikit demi sedikit tanggallah pakaian yang menutupi aurat itu. Yang putri pertama-tama kerudung yang dilepas. Pakaian kemudian mulai ketat. Lama-lama panjang rok ikut-ikutan terkerek kayak bendera yang tambah lama tambah naik. Yang putra juga gak kalah. Kopyah dimasukkan ke wadahnya lagi. Baju taqwa disimpan yang rapi di tempat terbawah rak baju. Terakhir celana mulai naik-naik ke puncak lutut. Jadi terbukalah auratnya.
Hmm. Emang sudah gak mengagetkan lagi situasi kayak gitu. Hampir setiap tahun kita ikut puasa, setiap tahun pula hal-hal yang kita lihat di bulan ramadhan hilang tak berbekas di masyarakat. Hal ini memang jadi keprihatinan kita. Namun, bukan saatnya kita prihatin dan diam begitu saja.
Kondisi masyarakat yang kayak gitu adalah ladang pahala jilid II setelah bulan ramadhan. Kalo di bulan ramadhan pahala dilipat gandakan ratusan kali lipat, di bulan penuh maksiat pahala juga digandakan. Terutama buat orang-orang yang teguh memegang agama Islam ketika masyarakat banyak bermaksiat dan malah mencemooh orang yang berbuat baik.
Apalagi kalo kita termasuk orang yang berbuat amar ma’ruf nahi mungkar atau bahasa kerennya menjadi pengemban dakwah. Dah pasti balasannya gede banget. Klo gak percaya liat aja hadist- hadist di bawah ini :
Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (Bukhari, Muslim & Ahmad).
“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).
Atau kalo di bulan ramadhan kita bisa copy paste pahala orang lain dengan ngasih makan orang lain yang berpuasa, maka dengan dakwah kita bisa juga copy paste pahala orang lain . Buktinya hadits nya yang lain yaitu :
“Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka yang mencontoh nya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya. (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah ra).
So, jangan lewatin lading pahala jilid II ini. Dan lanjutkan kehidupan islam yang sudah kita latuh di bulan Ramadhan yang lalu. Selamat berjuang dan semoga Allah menjadikan kita penghuni surganya kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: