kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Harga Diri….

Kata harga diri mungkin termasuk kata-kata tertua yang pernah ada di muka bumi ini. Buktinya mulai sejarah awal umat manusia, harga diri sudah dapat pemeran utama entah itu peran baik atau peran buruk.
Coba aja liat kisah pembunuhan pertama di dunia. Antara si Habil dan Qabil. Selain karena bisikan setan yang sejak dulu terkutuk, kejadian itu juga karena harga diri Qabil yang merasa di runtuhkan oleh Habil. Akhirnya terjadilah pembunuhan pertama yang dilakukan oleh Qabil.
Kisah Qabil tu cuma satu kejadian akibat harga diri yang terinjak-injak. Namun ketika orang lain harga dirinya merasa dicaik-cabik ada yang cuma ngambek, ada yang sampai gak mau bicara, kemudian yang agak parah sampai ada yang bertengkar dan yang paling parah nih ada yang sampai membuat dua negara terlibat perang.
Meskipun seringkali berbahaya, harga diri gak akan bisa dihapus dari manusia. Meskipun manusia di cuci otaknya menggunakan detergen merk apapun gak akan bisa menghapus sifat ingin mempertahankan harga dirinya. Karena mempertahankan harga diri itu serupa dengan ketika kita mencintai lawan jenis. Udah jadi naluri dasar banget yang dimiliki tiap manusia.
Makanya gak heran setiap manusia pasti pingin eksis. Meskipun untuk bisa eksis kadang harus lebay. Dan ketika ada yang mau menjatuhkan harga dirinya, pasti terbersit rasa marah.
Makanya gak heran kalo kita dijelek-jelekkan orang lain pasti kita marah. Begitu pula ketika kita dikatai goblok, jelek, dan kata-kata sampah lainnya. Kalo pun ada yang ketika dikatai kayak gitu wajahnya masih senyam-senyum, bukan berarti dia gak marah. Bisa aja di hati nya masih ada kemarahan yang terpendam.
Begitu pula pemimpin negeri ini. Ketika pak SBY disamain dengan kebo, dia marah. Tu wajar. Begitu pula ketika anggota dewan dikatai malas n mbolosan, ada yang marah. Wajar juga. Namanya juga manusia.
Namun nih, ada yang aneh dengan manusia jaman sekarang, terutama yang ngaku muslim. Bukan karena wajahnya yang aneh ataupun bentuk fisik lainnya. Namun karena umat Islam sekarang sudah jadi umat yang penyabar dan penyayang.
Buktinya ketika Islam dikatai agama setan, umat Islam tenang-tenang aja. Padahal kalo agamanya dikatai setan, berate pemeluknya juga setan juga. Begitupula ketika agama kita dikatai agama porno, secara gak langsung kita dikatai umat mesum. Namun kita masih fine-fine aja. Yang terakhir nih, kitab kita yang pada bulan ramadhan sering kita tamatkan, akan dibakar karena dikatakan menyebarkan aliran sesat, kita ternyata masih membisu tanpa kata. Malah kita lebih suka ngobrolin masalah Indonesia lawan Malaysia.
Hmm. Mau jadi umat yang penyabar itu bagus, Tapi yang namanya sabar juga ada batasnya. Kalo orang dikatai kayak kebo udah marah harusnya ketika dikatai setan, mesum, utawa sesat harusnya juga marah juga. Masak kata setan lebih bagus dari kebo ?
So, sobat muslim sekalian yang kebetulan baca tulisan ini, udah seharusnya marah dengan segala penghinaan terhadap diri kita. Mulai dari karikatur nabi Muhammad, kemudian label teroris dan yang terakhir adalah rencana pembakaran al-Quran pada 11 September nanti.
Namun cara menyalurkan amarah kita bukan dengan cara membakar tempat ibadah agama lain atau melakukan tindakan pengrusakan lainnya. Sebagai individu nih , kita bisanya Cuma berkoar-koar alias berbicara aja. Wajar aja yang kita hadapi tu orangnya ada di negeri yang nun jauh di mata ditambah dilindungi oleh Negara.
Makanya yang bisa bergerak adalah Negara. Maka sudah seharusnya kita mengingatkan Negara kita agar membela harga diri mayoritas penduduknya. Bukan hanya ngurusi TKI di Malaysia aja yang jumlahnya Cuma ribuan. Namun perlu juga ngurusi rakyat di dalam negeri yang harga dirinya tercabik-cabik dan jumlahnya jutaan.
So, saatnya kita bertindak. Meskipun katanya rencana pembakaran itu akhirnya di hentikan, api saatnya kita bersatu. Sehingga gak terjadi lagi kasus penghinaan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: