kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Beberapa bulan yang lalu negeri kita ini disambangi oleh 2 artis biru yang di import dari negeri matahari terbit. Entah karena sudah selesai berguru dengan sang master dari jepang sono  utawa merasa tersaingi  dengan produk import, muncullah video yang serupa tapi tak jauh beda dengan pilm-pilm para artis biru. Video yang katanya diperankan oleh Luna Maya dan Ariel Peterpan. Entah benar tidaknya keaslian video itu, nyatanya masyarakat Indonesia sudah dibuat heboh dengan kemunculan video dengan durasi yang gak panjang-panjang amat. Hampir setiap hari di pagi, siang, dan malam pembicaraan masalah video tersebut seolah gak ada habisnya. Apalagi ketika episode baru video mesum muncul di dunia maya. Mulai di twitter, Facebook, forum, dan bahkan sampai di warung kopi pinggir jalan gak pernah sepi dari obrolan berat maupun ringan tentang video itu.

Padahal nih, yang namanya video mesum yang made in Indonesia jumlahnya sudah ribuan. Itu yang muncul di dunia maya. Kalo gak percaya cari aja di mbah Google utawa Pak-Dhe Yahoo atau Mas Bing. Cukup di search aja dan jangan di buka lho. Dari hasil pencarian aja sudah ketemu ribuan situs yang berisi hal-hal berbau porno made in Indonesia. Video Luna Maya jadi heboh ya gara-gara pemerannya artis terkenal. Kalo video lain yang pemerannya antah berantah meskipun adegannya lebih hot dan durasi lebih panjang ya fine-fine aja.

Bukan tu aja sebenernya. Setiap hari ratusan orang di Indonesia membuka situs porno dalam dan luar negeri. Gak hanya dari rumah or warnet aja. Bahkan di sekolah, kampus, bahkan institusi pemerintahan pun gak luput dari demam situs porno. Coba aja dicek di website untuk mencari kata kunci. Pasti kata-kata mesum, sex, dkk memiliki jumlah pencari yang banyak.

Itu kalo kita ngomongin masyarakat pada umunya. Kalo kita Cuma ngomongin para artis, udah banyak juga yang kena kasus serupa dengan luna maya dan ariel. Ada yang Cuma mirip, ada yang ngomong koleksi pribadi, ada yang ngomong adegan pilm. Alasan terakhir ini yang ngingetin masalah film-film indo. Rasanya film-film kita juga banyak yang isi nya nyerempet-nyerempet yang begituan.

So, udah jelas bahwa pornografi sudah jadi nasi bagi rakyat Indonesia. Kalo belum ada pornografi gak lengkap. Gitu kata sebagian orang.

Padahal nih, Indonesia sudah punya UU Pornografi dan Pornoaksi. Gak peduli seniman ataupun orang jalanan kalo melakukan pornografi dan pornoaksi harus dihukum. Meskipun kata banyak orang UU ini rada’ cacat tapi minimal kan masih ada. Dari pada nggak sama sekali. So, what’s wrong ?

Kalo ada hukuman aja masih ada aja video mesum terus yang salah apa ? Apa hukumannya perlu ditambah ataukah perlu dikuragi. Weleh-weleh ada hukuman aja yang ngelakuin tambah banyak gimana ntar jadinya kalo dikurangi. Menambah hukuman pun bukan solusi.

Ibaratnya ada sekelompok orang yang miskin dan teraniyaya, mereka sering mencuri gara-gara kemiskinannya. Kalo setiap kali mereka mencuri mereka dihukum itu gak akan mengurangi niat mereka mencuri, selama meraka masih mlarat.

Sama juga dengan pornografi. Selama maslah utamanya belum selesai masalah pornografi masih akan tetap muncul.  Namun sekarang apa masalah utama pornografi.

Kalo kita runut nih, semua kejadian berbau mesum seperti itu pasti awalnya dari pacaran. Awalnya sih pegangan tangan, terus peluk-pelukan, lama-lama bibir ketemu bibir dan akhirnya gak perlu diceritain deh. Kalau gak mulai dari pacaran pastinya mulainya dari uang. Uang emang segalanya saat ini. Demi dapet duit untuk bisa tampil keren semua rela dilakuin. Termasuk melakukan sesuatu yang udah disebutin di atas tadi itu.

Kalau mau disingkat nih. Yang menjadi sumber ya gaya hidup anak muda jaman sekarang yang menjadikan hal-hal yang dulu dianggap tabu menjadi wajar dan bahkan kewajiban. Makanya gak heran kalo remaja sekarang dianggap gak keren kalo belum ngelakuin free sex. Gak dianggap keren kalo gak punya HP model terbaru.

Nah inilah masalah utama bangsa kita saat ini. Para remajanya punya gaya hidup yang jauh dari Islam. Hal-hal yang dilarang dalam Islam justru dianggap keren. Mabuk-mabukan, free sex, pacaran semua dianggap hal yang biasa. Beda dengan ngaji, pake jilbab, sholat. Yang ngelakuin dianggep aneh, gak gaul, dan lainnya. Padahal yang namanya pendidikan agama islam sudah ada sejak SD sampai perguruan tinggi.

Nah lho tambah ruwet aja kan masalah ini. Dari pornografi sampai nyambung ke pendidikan. Tapi emang begitulah masalah bangsa ini. Sambung menyambung menjadi satu. Itulah Indonesia. Jadi lagu deh.

Intinya gara-gara islam menghilang dari seluruh aspek di negeri ini maka munculah banyak masalah yang salah satu masalah namanya pornografi. Pendidikan di Indonesia memang mewajibkan pendidikan agama. Tapi liat aja dalam seminggu paling banter 4 jam pelajaran agama. Itupun sebagian besar kita habiskan untuk mengerjakan LKS demi LKS. Padahal yang terpenting dalam pendidikan agama adalah pembentukan moral. Begitu pula dengan sisi pergaulan. Para orang tua yang seharusnya bisa mendidik anak, malah mendorong anaknya bernuat maksiat. Pacaran dibolehkan, malah kalo anaknya gak punya pacar disuruh pacaran.

So solusi satu-satunya adalah dengan menerapkan islam secara total dalam kehidupan kita. Gak hanya buat diri kita sendiri. Islam juga harus diterapkan pada masyarakat kita. So sebagai remaja muslim yang ngaku pingin masuk surge wajib hukumnya belajar islam lebih dalam lagi. Gak hanya itu itu islam yang sudah ada kudu ditularkan ke orang-orang di sekitar kita. Karena hanya dengan begitulah pornografi dapat berkurang dan bahkan menghilang dari dunia ini.

Comments on: "Antara Ariel, Luna dan Maya" (1)

  1. Setujuuu banget, STOP PORNOGRAFI APALAGI PORNOAKSI,….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: