kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Afrika berpesta. Gelaran akbar 4 tahunan telah resmi dimulai. Seluruh mata pecinta bola tertuju pada pesta akbar sepak bola dunia di benua afrika ini. Tak terkecuali penduduk Indonesia. Mulai dari tukang becak pinggir jalan sampai bos perusahaan, mulai dari buruh parik hingga presiden RI. Semua ikut larut dalam euphoria pesta di afrika sana. Mungkin hanya video Luna Maya yang bisa menandingi hebohnya pesta piala dunia.
Padahal gak jauh dari afrika ribuan orang juga sedang dalam euphoria yang gak kalah seru dengan yang ada di afrika. Bukan euphoria sepak bola, bukan euphoria ulang tahun. Namun euphoria pembantaian, penyiksaan terhadap orang-orang yang mengganggu aktivitas mereka. Yups, inilah euphoria Israel atas tanah palestina.
Tragedi Marvi Marmara bukanlah akhir novel Palestina. Bahkan belum mencapai klimaks dari sebuah rangkaian panjang tragedi berdarah di sana. Namun tragedy yang lebih besar muncul di dunia kaum muslimin. Sebelum Peluit Piala Dunia ditiup, dunia bereaksi dengan keras atas tragedi palestina. Namun setelah bola bergulir tak ada lagi gaung kemarahan terhadap israel.
Padahal saudara-saudara kita di Palestina masih menderita akibat blokade yang tak kunjung usai. Wilayah Israel pun semakin lama semakin luas. Pembangunan pemukiman baru seolah tak akan pernah berhenti. Masjid Al-Aqsha dan puluhan masjid lainnya masih menjadi tempat terlarang bagi sebagian besar rakyat Palestina.
Nah inilah hebatnya media saat ini. Dengan sedikit polesan dimana-mana event piala dunia dapat dikemas sedemikian rupa sehingga seolah-olah menjadi sebuah acara yang sangat penting. Saking pentingnya sampai mengalahkan isu apapun, termasuk isu palestina.
Padahal kalo kita telaah dengan lebih cermat, piala dunia itu bukan hal yang besar-besar amat. Kelasnya juga gak beda jauh dengan kompetisi klub seperti liga champion eropa atau liga-liga eropa lainnya. Gak bener juga kalo ada yang ngomong piala dunia punya suguhan yang lebih menarik. Buktinya kualitas pertandingan dan drama yang terjadi ya gak beda jauh dengan pertandingan-pertandingan lainya. Wong dari orang yang main ya tetep itu-itu aja. Cuma pasangan dan kostumnya yang berbeda. Kalau ngomongin waktunya yang Cuma 4 tahun sekali sih emang iya. Tapi bukan berarti gara-gara 4 tahunan itu gelaran piala dunia jadi bener-bener special kan.
Tapi hal yang berbeda akan muncul ketika media itu secara besar-besaran mengekspose masalah piala dunia ini. Coba aja menjelang 100 hari sudah ada penyambutan. Belum lagi kalo udah H-7, semua berita sudah membahas masalah piala dunia. Gak di Koran, gak di TV, gak di Internet selama pagi, siang, sore, malam semua mbahas piala dunia. Dan yang terpenting nih, hampir seluruh media secara langsung maupun gak langsung mengatakan rugi kalo gak nonton piala dunia.
Ketika semua media menampilkan piala dunia, mau gak mau rakyat Indonesia terbawa dengan arus piala dunia itu. Beda banget ketika yang diangkat adalah isu palestina maupun penderitaan mulimin lainnya. Bukannya gak muncul di berita, tapi jumalhnya sedikit sekali. Mungkin cuma sekali sehari atau bahkan sekali dalam seumur hidup. Sungguh mengenaskan. Kalo pun ada yang menayangkan dengan besar dan banyak, kebanyakan dari mereka bukan media besar.
Makanya gak heran kalo banyak dari kita yang sedikit tahu tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh umat islam di seluruh penjuru negeri. Padahal sebagian besar dari kita adalah umat islam juga. Dan yang mengenaskan lagi yang memiliki media besar itu kebanyakan juga umat islam juga. Tapi sayangnya gak semua dari mereka yang peduli dengan umat islam.
So udah saatnya kita selektif dengan media saat ini. Kalo ada kebaikan dari media kita ambil. Kalo banyak buruknya diambil pelajaran aja. Jangan asal ikut-ikut apa yang ada di media. Karena gak semua yang lo denger itu bener.

Comments on: "Afrika , world cup, and forgotten city" (2)

  1. smoga kejahatan n kekejaman di atas dunia nih bsa hilang..
    amien..
    (http://rior06.student.ipb.ac.id)

  2. Amin juga,…….salam kenal bro,….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: