kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Sudah hampir sepekan ‘Bumi Arema’ berpesta. Tua, muda, laki, perempuan semuanya ikut dalam euforia juara liga. Setiap waktu, lambang singa terpampang di mana-mana. Entah itu di jalan, di kaos, maupun di dalam iring-iringan konvoi yang silih berganti memadati jalanan kota.

Tapi nih, sebagai seorang pelajar muslim, kita patutnya malu pada para aremania. Hmm. Bukannya malu gara-gara punya supporter yang bikin macet jalan. Bukan pula malu pada kelakuan supporter yang semakin aneh dan berbahaya. Tapi kita wajib malu pada diri kita sendiri. Lebih-lebih bagi kita yang melabeli diri dengan sebutan pengemban dakwah.

Gimana nggak malu. Coba kita lihat aja gimana ketika aremania maupun supporter lain ketika beraksi. Jarak yang membentang bukan menjadi penghalang untuk bisa menemani tim kesayangan bertanding. Dana yang besar tidak pula menyurutkan semangat dalam berjuang. Puluhan ribu rupiah bahkan ratusan ribu rupiah rela dikorbankan demi menyemangati tim kesayangan. Atribut tim mulai dari baju, pin, syal, dan bendera berapapun harganya siap diboyong ke stadion.

Apalagi waktu 24 jam sehari 7 hari seminggu. Semuanya bisa dikorbankan demi nonton di stadion. Kerja, sekolah, kuliah, bahkan ibadah sekalipun dapat menunggu di belakang pertandingan. Yang gak kalah sangar nih, jiwa dan raga pun rela dikorbankan. Gak kalah dengan para pejuang kemerdekaan. Makanya gak heran kalo ada supporter yang mati “syahid” di medan bola.

Padahal kalo kita mau ngitung dengan persamaan matematika tersangar sekalipun, yang didapat dari perjuangan dan pengorbanan mereka tu gak seberapa. Apalagi kalo dibandingkan dengan perjuangan pemuda muslim terutama kaum pelajar untuk mengembalikan kejayaan islam. Kalo dengan menjadi supporter yang fanatic dan setia kita bisa dapet kebahagiaan, semangat, kebersamaan, dan perjuangan, maka di jalan dakwah sekolah kita juga dapet yang serupa dengan itu. Kalo kita merasa di jalan dakwah susahnya banyak, halangannya banyak, begitu pula yang dialami para supporter. Apalagi ketika timnya kalah. Sama aja bro.

Tapi ketika tim kesayangan menang, bahkan bisa sampai menang liga atau turnamen, maka gak kebayang gimana perasaan para supporter itu. Makanya gak heran kenapa aremania bisa betah konvoi keliling malang hampir setiap hari. Udah gak kerasa lagi susahnya jalan ke stadion, beratnya beli atribut dan tiket. Begitu pula dengan kita ntar di jalan dakwah. Kita sekarang masih ngerasain susahnya beli atribut, susahnya jalan ke stadion. Tapi ketika nanti kemenangan ada di tangan maka rasanya ya seperti rasanya menang kejuaraan.

Nah disinilah bedanya supporter dengan dakwah. Ketika arema menang dalam liga, bukan berarti setiap supporter dapat hadiah kan. Bahkan gak pernah ada supporter dapat hadiah, kalaupun ada jumlahnya gak akan seberapa kalo mau dibagi keseluruh suporter. Yang ada hanya perasaan senang, bangga, dan kalaupun ada pujian dari orang lain atau kelompok supporter lain. Beda banget dengan hadiah yang akan diterima pelajar muslim. Kita sudah di janjikan surga kelak di akhirat. Gak Cuma itu aja. Kita juga akan dimudahkan urusannya di dunia. Manteb to ? Kalo kita mau meng-uang-kan hadiah itu pasti nominalnya gak akan kehitung lagi. Mau dibeli berapa rumah di surga dan kemudahan di dunia.  Uang 1T aja gak cukup bro. Apalagi cuma puluhan ribu.

So, bukan saatnya kita menggerutu dengan ulah supporter bola. Bukan saatnya marah ketika macet akibat konvoi. Saatnya kita meniru para supporter dalam dunia dakwah. Bukan meniru kebrutalan dan fanatisme berlebihannya. Tapi tirulah semangat perjuangan para supporter itu. Ingatlah kiat punya hadiah yang lebih baik dari mereka. Tapi kenapa perjuangan kita justru kalah dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: