kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Memaknai Hidup

Pagi ini kabut datang menyelimuti kotaku yang dingin. Seperti biasanya, segera kupersiapkan segala macam untuk berangkat menuju ke sekolah. Sepeda motor sudah siap sedia menunggu untuk ditunggangi. Tak lupa kuucapkan salam kepada kedua orang tuaku.

“Assalamualaikum!”, itulah kebiasaan yang sudah tertanam dalam alam bawah sadarku setiap akan meninggalkan rumah.

Sepeda kupacu dengan kecepatan yang sedang-sedang saja. Maklum jalanan sekarang sedang tertutup kabut. Butuh waktu 15 menit untuk mencapai sekolahku. Itu waktu normal ketika jalanan sedang lumayan macet. Namun hari ini berbeda. Seperti kendaraan umum pada umumnya, sebuah kendaraan umum berhenti mendadak tepat di depan sepedaku. Tentu dengan reflek seorang pembalap kucoba rem sepedayang kukendarai. Namun karena sudah sedikit terlambat maka kubelokkan sepedaku mencoba menghindari kendaraan umum tadi.

Maksudnya biar terhindar dari tabrakan, eh ternyata dari arah berlawanan muncul sebuah truk yang mencoba mendahului sebuah mobil. “Gawat!” pikirku dalam hati. Kucoba semua cara yang mungkin untuk menghindari adanya tabrakan. Semua doa kubaca dalam hati. Mulai dari doa makan sampai doa tidur. Tapi kalo udah nasib mau gimana lagi. Tabrakan emang tidak terjadi tapi sepedaku terserempet oleh truk tadi. Sepedaku jatuh di jalanan. Diriku udah pasti jatuh juga. “Mati aku”, begitulah pikirku dalam hati. Gimana nggak, hari ini jalanan ramai sekali. Belum lagi kondisi berkabut membuat jalanan sulit dilihat.

Namun nasib berkata lain. Ada juga yang nolongin aku. Aku bersama sepedaku dibawa menepi oleh beberapa orang yang kebetulan melihat kejadian itu. Sepedaku kondisinya masih lumayan lah. Cuma ada beberapa bagian aja yang udah cacat. Tapi keseluruhan masih bisa jalan. Dan ajaibnya diriku masih utuh. Ada beberapa bagian yang lecet. Tapi gak ada tulang patah atau bahkan keseleo.

Kisah-kisah mengenai perjuangan manusia lolos dari kematian memang sudah sering kita dengar. Mulai dari kisah nyata maupun yang rekayasa.  Pastinya kita masih ingat dengan film-film action ala holiwut. Udah berapa adegan yang menunjukkan aksi seorang pahlawan yang lolos dari maut. Entah itu ketika misi atau ketika perang.

Tapi kalau kita mau sedikit melototi kehidupan di sekitar kita tentu akan kita dapati banyak sekali kejadian-kejadian yang nyaris berbuntut kematian. Contoh paling gampang adalah kecelakaan. Ada yang ketika kecelakaan masih sehat wal afiat, ada juga yang koma, bahkan titik. Dan seringkali kejadian-kejadian itu malah menimpa kita.

Nah sekarang pertanyaannya ganti. Kalo kita berada di jalan dan melihat sebuah kecelakaan, pernahkah kita bertanya kenapa ada kecelakaan yang langsung tewas, ada juga yang sehat-sehat saja. Pernahkah juga kita bertanya kenapa ada orang yang dikasih penyakit yang sama ada yang mati ada yang sembuh.

Hmm. Takdir. Mungkin itu kata pertama yang terlintas di benak kita. Masalah hidup dan mati memang bukan kuasa manusia. Hanya Allah yang tahu kapan manusia dilahirkan dan kapan manusia dimatikan.

Tapi hidup kita sekarang bukan hanya sekedar takdir yang numpang lewat. Hidup ini adalah sebuah kesempatan dari Allah kepada kita. Kesempatan yang tidak diberikan kepada orang-orang yang sudah meninggal.

Malah yang namanya hidup itu harganya mahal. Coba aja lihat orang-orang yang berobat ke dokter. Bisa dipastikan biayanya mahal. Apalagi kalau kena penyakit berat semisal kanker, tumor, gagal ginjal. Amit-amit deh duit yang keluar.

Tu masalah pengobatan aja. Belum lagi hal-hal yang berbau menambah umur. Pasti laris manis dipasaran. Ada jimat penambah umur, trus doa-doa penambah umur, pokoknya yang berbau umur selalu aja laris.

Padahal bertambahnya umur belum tentu bertambah pula kesempatan kita masuk kedalam surganya Allah. Malah bertambahnya umur seringkali membawa kita masuk neraka. Ya iyalah, justru semakin bertambah umur kita bukan semakin banyak ibadah yang kita lakukan malah semakin banyak dosa yang ditumpuk. Nah lho. Belum lagi semasa muda kita udah rajin menabung. Bukan menabung pahala tapi menabung dosa. Entah itu dengan pacaran, membuka aurat, atau malah dengan meninggalkan sholat.

So, mumpung kita masih di dunia, jangan sia-siakan kesempatan kita ini. Kita hidup diberi pilihan oleh Allah. Apakah kita mau memilih jalan yang baik ataukah jalan yang buruk. Dan jangan sia-siakan kesempatan yang sangat langka ini. Karena kita gak tau kapan kita mau dipanggil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: