kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

UJIAN DATANG (I)

Sebuah papan di ujung jalan sekarang menunjuk angka 7. Sebuah angka keramat bagi sebuah tim sepak bola. Tapi tidak bagi puluhan pelajar yang setiap hari melewati ujung jalan itu. Bagi mereka waktu seolah berlari meninggalkan mereka. Padahal serasa baru kemarin papan itu masih menunjuk angka ratusan.

Yup, akhirnya UAN tinggal menghitung hari. Pertaruhan hidup dan mati para pelajar SMA dan SMP di seantero negeri. Katanya sih begitu. Ada yang stress ada juga yang senyam senyum. Gak tau apakah itu senyum stress atau senyum bahagia.

Semakin hari semakin dekat menuju UAN selalu ada aja tingkah polah para pelajar. Ada yang semakin stress dengan semakin dekatnya hari eksekusi. Ada yang memilih menyendiri untuk menenangkan diri. Adapula yang bahkan lupa kapan diadakannya UAN itu.

Terlepas dari segala kontroversi masalah UAN, pastinya UAN sekarang menjadi bagian penting dalam hidup pelajar. Gimana nggak. UAN adalah salah satu komponen kelulusan. Dan menurut cerita kelulusan adalah gerbang menuju hidup yang lebih baik.

Nah saking pentingnya momen ini maka sudah banyak pengorbanan yang udah dilakukan. Mulai dari pengorbanan waktu untuk belajar, uang untuk biaya les dan beli buku, dan banyak lagi deh pengorbanannya.

Namun dengan pengorbanan yang sebesar itu gak jarang juga yang masih cemas n was-was ketika UAN semakin dekat. Seolah-olah ada setan yang mau datang menculik.

Nah itulah yang namanya mental breakdown. Nama lainnya kita lagi ada masalah mental. Tapi bukan berarti masalah mental itu sama dengan gila lho. Masalah mental bisa berbentuk ketakutan yang tanpa alas an, stress, depresi, dan lain sebagainya. Nah inilah yang seringkali menjadi masalah bagi remaja.

Padahal kalo dilihat-lihat demi menemui UAN sudah banyak yang dipersiapkan. Sekolah udah dijalankan selama 2,5 tahun lebih dikit. Selama itu udah banyak materi yang bisa kita dapet. Belum lagi persiapan-persiapan lain yang jumlahnya gak keitung. Mulai dari istighosah sampai ke dukun (yang ni yang gawat).

Nah Cuma masalahnya kita aja yang kurang PeDe dengan kemampuan kita. Kita masih merasa belum cukup belajar. Ini yang membuat rasa takut semakin merajalela di hati kita.

Untuk menghadapi rasa takut itu gak gampang. Soalnya rasa takut itu gak kelihatan. Beda banget dengan donat yang ada di meja. Takut itu memang gak bisa dihilangkan. Bahkan seorang yang dikatakan pemberani masih punya rasa takut. Cuma bedanya seorang pemberani dan pengecut adalah seorang pemberani bisa mengendalikan ketakutannya. Sedangkan pengecut hidup dalam ketakutannya dan tidak mau keluar dari ketakutannya tersebut.

Mengendalikan ketakutan bisa dilakukan ketika kita punya confidence alias PeDe. Sikap ini bisa kita cari dengan metode ini. Coba cari sebuah ruangan yang nyaman dan sekarang kita duduk dengan posisi paling nyaman. Terus ambil sebuah kertas dan tulis semua kelebihan kita. Setelah itu tulis juga segala hal yang menjadi prestasi bagi kita. Prestasi gak harus yang ada pialanya. Pokoknya semua hal yang bisa membuat kita dipuji atau membuat kita bangga. Kemudian baca lagi hasil tulisan kita. Kalo masih sedikit tulisannya bisa kita tambahi dengan bertanya ke teman dekat ato keluarga.

Pastinya kita punya kelebihan dan prestasi yang pernah kita torehkan selama hidup sampai saat ini. Maka lulus UAN bukan suatu hal yang mustahil. Apalagi kita udah melakukan persiapan yang lebih dari cukup.

Menjadi berani dan PeDe gak sama dengan nekat. Kalo nekat itu gak peduli dengan segala persiapan dan segala resiko. Persis kayak prajurit yang hanya bawa pisau dan gak kenal medan lalu lari menerobos hutan yang penuh musuh. Kalo berani itu pasti udah punya persiapan dan perencanaan. Maka dari itu dia bisa mengalahkan rasa takutnya.

Selain itu kita juga harus punya pegangan. Karena bagaimanapun juga manusia gak akan bisa kuat tanpa adanya pegangan. Banyak pelajar yang pegangannya krepe’an ato contoan. Tapi bagi seorang pelajar muslim sejati pegangan dalam menghadapi UAN hanyalah Allah. Dengan banyak berdoa dan beribadah maka hati akan lebih tenang. Karena kita pasti tahu bahwa Allah pasti akan menunjukkan yang terbaik bagi hambanya yang sabar.

Yup, itulah sekilas tips untuk menyiapkan mental menjelang UAN. Ketika UAN kita harus menjadi seorang pemberani. Tapi jangan sampai nekat. Kalau kita merasa ada persiapan yang kurang, segera diperbaiki mumpung ada waktu. Dan jangan lupa persiapan UAN bukan belajar aja. Dakwah dan ibadah-ibadah lainnya juga termasuk persiapan UAN juga. Jadi jangan diremehkan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: