kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Alhamdulillah pada saat ini kita masih bisa bertatap muka-tulisan setelah “disibukkan” dengan liburan, kesibukan yang paling disuka kawula pelajar. Alkisah kata Pak Zainudin waktu identik dengan tiba-tiba atau gak disangka-sangka. Banyak orang bilang “Nggak terasa aku sudah berkepala empat”, “Eh ternyata aku sudah dua tahun lebih di SMA XYZ ini”, ”Waah, sweet seventeenku udah lewat”, dan lain sebagainya. Tentu saja kalau kita berandai-andai misalnya waktu bisa di-rewind, diputar balik, mungkin kita dapat hidup santai dan enjoy. Tapi itu sih kerjaannya Doraemon.

Tentang aktifitas, rasanya kita mesti ingat kata tiba-tiba yang nanti bakal kita ucapkan di waktu yang akan datang. Maksudnya jika digunakan dengan baik, kita akan dapat membatinnya dengan senyuman dan rasa puas. Sebaliknya jika berlalu dengan keburukan atau sekedar tidak berguna, rasanya tak pantas kita untuk tersenyum, mendingan manyun aja. Kecuali kao udah punya rencana gede ke depan. Apa dan bagaimana aktifitas yang baik ? Tentu tak bisa disebut satu persatu, terlalu banyak. Namun ada yang sering luput dari perhatian, diantaranya adalah dakwah.

Dakwah dalam pengertiannya adalah upaya untuk memahamkan dan menanamkan diinullah ,bahasa lainnya islam, baik kepada orang kafir ataupun muslim. Kepada orang yang sudah bersyahadat, tugas kita menjelaskan Islam dengan segala kesempurnaan tuntutannya sehingga mereka paham dengan Islam yang kaffah. Yaitu agama yang mengatur seluruh bagian kehidupan mulai ibadah ruhiyah (shalat, puasa, shadaqah, haji, dll, dkk ) sampai masalah kemasyarakatan ( jual beli, pinjam meminjam, memilih pemimpin, dll, dkk ).

Disamping kita prihatin dengan teman yang shalatnya lobang-lobang dan puasa ramadhannya seperti tabir pada tanjidor, tentunya kita juga harus merasa gerah ketika melihat mereka menjalani hidup dengan tidak bersandar pada Al Islam, misal cara bergaul, suka mencontek atau menipu, malas dan tak minat mengkaji Islam. Rasul bersabda : “Jika salah seorang diantara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah dengan lisannya, dan jika tidak mampu hendaklah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”

Allah memerintahkan agar mengingatkan dengan bijaksana (hikmah).

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang ihsan. Dialah yang maha mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” ( QS An Nahl : 125 )

Pemahaman kata hikmah bermakna al burhanul aqli, yaitu dengan penjelasan / argumentasi yang dapat dipahami oleh manusia, tidak terbantahkan serta berdasar pada dalil syar’i, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi jiwa dan pikiran serta perasaan setiap orang. Jadi makna bil hikmah tidak berarti harus lemah lembut. Dan Rasulullah SAW pun memberi contoh yang demikian. Kadang beliau memberi pengertian dengan empati yang tinggi, kadang beliau dengan memberi argumen yang ‘menusuk’ pikiran mereka, kadang dengan berdebat dan bahkan dengan peperangan.

Inilah kelebihan dakwah dalam islam. Sebab dakwah tidak identik dengan upaya mencari-cari pendukung utawa massa yang menggunung tapi miskin dalam hal pemahaman dan kesatuan pola pikir. Namun bukan juga berarti Islam tidak menghendaki jumlah jamaah dalam melaksanakan dakwahnya, karena upaya memahamkan ummat dan sampai terciptanya supremasi hukum halal-haram tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang bersatu dalam pemikiran dan ikatan perasaan ukhuwah. Mereka akan beraktivitas (dakwah) bersama-sama dalam mewujudkan cita-citanya, kemulyaan (‘izzah) Islam dan kaum muslimin. Dan dakwah yang demikian berat ini tak mungkin dilaksanakan oleh segelintir (bukan rokok) orang saja, atau orang banyak tapi kerja sendiri-sendiriyang hanya mengandalkan figur dan kharisma tokoh-tokohnya.

Solusi pertama, terus membangun kepribadian islam, yaitu yang meliputi pola pikir (aqliyah) dan pola jiwa (nafsiyah). Artinya pembinaan bagi kita semua yang mengarah pada sikap untuk menjadikan islam sebagai satu-satunya parameter dalam memandang setiap perkara. Dan kita bahagia, senang, puas dan tidak ragu untuk bersikap yang seperti itu, yang pada gilirannya hati dan diri kita cenderung mencintai kebaikan dan aktifitas yang ada dalam islam. Sikap seperti itu akan terbentuk dengan baik jika fikrah yang tertanam dalam “otak” dan hati sudah correct or true, yang dihasilkan dari upaya terus menerus mengkaji, membicarakan, dan memahami Al Islam secara continue.

Ingkang nomer kalih ngih puniko ( hayo, yang nggak ngerti artinya berarti ndak Jowo), Memahami arti penting dan wajibnya dakwah bagi setiap individu, baik dari sisi sebagai ibadah dan pengabdian pada Allah maupun metode operasional yang telah dicontohkan oleh Rasullullah SAW.

Nomer tigo, membina hidup berjamaah dengan menjadikan ukhuwah islamiyah sebagai ikatannya. Maka ‘geng’ atau kumpulan remaja tersebut bukan sekedar bermotif ingin senang-senang ataupun rasa setia kawan, tetapi lebih karena kesadaran masing-masing dari diri kita sebagai saudara yang punya tujuan dan pemahaman yang sejalan. Kita tetep “main” bareng, “guyon”, “santai”, “ngrumpi”, dan nonton bareng, tapi yang dirumpiin Islam dan problematika ummatnya, bahkan mojok segala lho (hi..horor), tapi dalam rangka mengkaji islam, sejenis, bukan dua jenis apalagi tiga jenis, ikhwan atau akhwat saja.

Yang keempat (kalo ini bahasa orang jerman yang sudah sudah fasih ber-“EYD”), memilih prioritas aktivitas secara bijaksana.

Ke lima, sebagai akhir kata dan ucapan, selamat berjuang, insyaAllah, Tuhan bersama kita. Wallahu a’lam bishawab. (dik)

Kiass edisi 04, 16-31 maret 2000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: