kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Prison

Namanya penjara selalu menjadi tempat menyeramkan. Tapi tidak di negeriku. Negeri yang subur dan beradab. Penjara tidaklah semenyeramkan apa yang dibayangkan orang-orang. Tempatnya mewah. Diberi makan setiap hari. Dan bisa tidur dengan nyaman dibawah selimut tebal yang hangat. Bagi negeriku dipenjara layaknya sebuah pekerjaan yang menyenangkan. Hanya dengan mengorbankan kebebasan, makan gratis dan kasur gratis tersedia untuk digunakan.

Tak hanya itu. Penjara tak ubahnya masjid di negeri seberang. Pusat dari segala kegiatan. Mulai dari pendidikan hingga perekonomiaan semua berawal dari penjara. Sudah diketahui oleh semua orang, penjara menjadi pusat pendidikan dan pelatihan terbaik yang pernah ada. Di sana berkumpul para pakar dari segala bidang. Tak pelak diskusi dan transfer ilmu menjadi hal yang sangat wajar. Dan lulusan akademi penjara ini sudah tentu mahir dalam berbagai pekerjaan.

Tak hanya sebagai pusat pendidikan, penjara juga sebagai pusat perekonomian negeriku. Berbagai barang dapat diperoleh di penjara. Mulai yang halalan thoyyiban sampai yang naudzubillah dapat ditemukan dengan mudah. Tinggal mengintip ke jeruji sebelah dan sedikit chit-chat, segalanya menjadi beres. Apalagi ditemani oleh si kertas mungil yang bernama uang. Mulai dari teman satu jeruji hingga para watcher dapat ditaklukkan dengan mudah.

Sebuah hal yang memilukan memang. Penjara yang tadinya diharapkan dapat memberikan sebuah efek jera dan pendidikan terhadap orang-orang yang divonis untuk bersemedi di dalamnya dan memikirkan perbuatannya, ternyata malah menjadi boomerang bagi masyarakat. Bagaimana tidak, penjahat kelas cacing yang masuk penjara pertama kalinya kemudian ketika menghirup udara bebas setelahnya malah berevolusi menjadi penjahat kelas sapi setelah digembleng oleh master dan professor dalam bidang kriminal. Ditambah lagi adanya praktek tebang pilih oleh pihak yang berwajib, sehingga orang yang melakukan tindakan kriminal kategori kecil diperlakukan seperti penjahat besar yang harus segera dihukum. Sedangkan penjahat kelas paus yang jutaan bahkan milyaran kali lebih mematikan bagi mayarakat malah dibiarkan berjoget-joget dengan leluasanya. Meskipun nantinya tertangkap, hukuman yang diberikan pun tidaklah sesuai dengan perbuatannya ditambah lagi ia dapat menggunakan tabungannya untuk membeli fasilitas yang nyaman ketika di’hukum’ di dalam penjara.

Semua hal tersebut sebenarnya tidak terlepas dari hukum yang berlaku di negeri ini. Hukum yang diberlakukan saat ini sejatinya tidak akan memberikan sebuah pendidikan dan efek jera kepada orang-orang yang masuk ke dalamnya. Ditambah lagi, rakyat negeri ini harus membayari makanan para kriminal tersebut yang nantinya dapat ditebak akan menjadi ancaman yang lebih besar terhadap mereka. Kalau seperti itu bukankah sama saja kita sedang memelihara dan membesarkan orang yang akan memberikan ancaman terhadap kita? Betul?

Hukum yang seharusnya diberlakukan di negeri ini adalah hukum yang dapat memberikan keinsafan bagi obyek penderita dan keamanan plus ketenangan bagi masyarakat sekitarnya. Selain itu sarana penegakan hukum dalam suatu sistem hukum tidak seharusnya menjadi sarang maksiat dan pendidikan menuju arah yang lebih buruk bagi para tersangka yang masuk ke dalamnya. Sebagai seorang muslim, kita sudah memiliki suatu sistem hukum yang lebih baik daripada yang diterapkan saat ini, bahkan yang terbaik sepanjang sejarah hidup manusia. Bagaimana tidak, ketika hukum Islam diterapkan di tengah-tengah umat manusia selama 1400 tahun, tercatat hanya sekitar 200 kasus yang terjadi. Selain itu hukum Islam memberikan jaminan bagi orang yang berbuat tindak kejahatan maupun bagi orang yang dirugikannya.

Kalau sudah mengetahui dan memahami itu sudah sewajarnya kita sebagi umat Islam menerapkan hukum Islam di tengah-tengah kehidupan kita. YuuUk!!

Comments on: "Prison" (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: