kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Kupu Tak Mau Terbang

Di siang hari yang terik kulihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Disana terlihat seekor ulat gemuk yang sedang makan. Tak lama kemudian ulat tersebut mengeluarkan sesuatu dari mulutnya. Tak lama kemudia ulat itu berubah menjadi kepompong. Hari demi hari sang ulat tak bersembunyi di balik selaput tipisnya itu. Bertahan dari segala bentuk lapar dan dahaga. Hingga saat sang ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik jelita. Tapi ada satu hal yang aneh. Kupu-kupu itu perlahan merangkak pada ranting-ranting pahon tersebut. Setiap hari kupu-tersebut merangkak dari dahan ke dahan, ranitng ke ranting, tetapi tak pernah sekalipun di mencoba untuk mengepakkan sayapnya lagi. Karena tidak terbang dan tidak mencari makanan yang berupa nektar dari bunga akhirnya kupu-kupu tersebut mati tergeletak

Ku merenung kembali, kira-kira kejadian apa yang telah terjadi. Setelah berpikir dengan keras akhirnya terlintas dalam benakku mengenai kondisi teman-teman di sekolahku. Lihat saja, teman di sekolahku kehidupannya dihabiskan pada aktivitas yang isinya hanya untuk bersenang-senang. Banyak yang lebih memilih pergi ke mall, nonton bioskop, bahkan menghabiskan waktunya hanya untuk berduaan dengan sang kekasih. Entah kekasihnya adalah seorang wanita, pria, atau pun seorang kekasih yang berupa komputer.

Teringat pula olehku masa kenak-kanak yang menyenangkan. Setiap hari kulalui hari penuh permainan. Tak pernah terpikir olehku semua masalah hidup. Asal bisa bermain dengan teman sebaya itu sudah lebih dari cukup.

Bila remaja menjalani hidupnya hanya untuk bersenang-senang tentunya seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Padahal remaja memiliki potensi yang sangat besar. Sama seperti kupu-kupui tadi. Dia punya kemampuan untuk terbang tinggi, dia punya kemampuan untuk hinggap di atas bunga. Ia adalah kupu-kupu tapi ia tidak menyadari dirinya punya kemampuan seperti kupu-kupu. Dia masih berpikir dirinya adalah seekor ulat. Padahal makanannya sudah jauh berbeda, dari ulat yang makan daun menjadi kupu-kupu yang memakan nektar dari bunga. Bilamana kupu-kupu masih makan daun? Apa yang akan terjadi? Sama dengan remaja sekarang ini, dalam tubuhnya yang berubah menjadi seorang remaja yang kuat tapi pemikirannya masih seperti anak-anak. Maunya bersenang-senang tanpa berfikir kedepannya. Apa lagi pada zaman ini perang pemikiran terjadi sangat sengit sekali.

Perang pemikiran yang terjadi saat ini sangat berbahaya dibanding dengan perang menggunakan senjata, karena apabila dengan senjata sudah jelas siapa pelaku penjajahnya. Tapi apabila perang pemikiran tak diketahui dalangnya. Kebenaran menjadi roda yang dapat diputarbalikkan. Kebenaran hari ini bisa menjadi kesalahan besar esok harinya. Dengan begitu pemikiran negeri yang terjajah tentunya akan hancur. Setelah dihancurkan secara pemikiran dilanjutkan dengan penghancuran secara nyata.

Sangat dilematis sekali karena saat ini para remaja mulai tergerus pemikirannya. Mulai dengan hidup foya-foya mengandalkan harta kedua orangtuanya, bersikap acuh tak acuh terhadap sesamanya, bersikap egoisme, semua aktivitasnya diladaskan pada sikap hedonisme yaitu mengarah pada kesenangan yang sifatnya hanyalah sementara. Padahal remaja sangat diharapkan untuk menjadi generasi penerus bangsa akan tetapi saat ini hanya menjadi beban bangsa. Narkoba, seksbebas, dan sifat brutal menjadi pedoman kaum remaja saat ini. Ingat tentang mulai banyaknya remaja yang membentuk geng yang berorietasi pada perusakan seperti geng motor, geng nero ataupun yang lain-lainnya. Seorang gadis yang harusnya bersikap lemah lembut menjadi kasar dan beringas, lelaki yang harusnya menjadi seorang yang bertanggung jawab menjadi pengecut. Bahkan memilih menjadi seorang wanita.

Remaja sangat berpotensi sekali karena masih memiliki keakuatan yang luar biasa dan semangat dan pemikirannya yang idealis membuat para remaja menjadi manusia superhero. Superhero pun harus ada tahapan belajar agar dapat menguasai kekuatannya. Ingat kata pamannya spiderman ‘Di balik kekuatan yang besar terdapat tanggung jawab yang beasr pula’. Tapi saat ini remaja memendam kekuatan super yang ada pada dirinya. Hal ini tentu karena merasa kurang pede ataupun alasan lain yang kira-kira dapat diatasi apabila kita mau mengatasinya. Masalah tak akan selesai apabila kita biarkan, malahan akan menjadi beban yang sangat berat.Apa para remaja sekarang ragu akan kekuatan supernya? Apakah remaja saat ini hanyalah seseorang yang berdiam diri dikamar untuk melakukan aktivitas individualis?

Coba kita ingat, pada tanggal 10 November para bonek alias para remajanya Surabaya mempertahankan kotanya dengan taruhan nyawanya. Kejadian penembakan mahasiswa trisakti, ia rela ditembak untuk memperjuangkan kebenaran. Presiden nomor satu di Indonesia, Ir. Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno mengatakan ‘datangkan 10 orang pemuda maka akan kugoncangkan dunia’. Selain itu pada masa Rasulallah saw. terdapat seorang remaja yang rela meninggalkan keluarganya untuk pergi ke kota Yastrib dan berubah nama menjadi kota Madinah, ia telah merubah penduduk Madinah berpindah haluan menjadi pemeluk Islam hanya dalm waktu satu tahun. Banyangkan hanya dengan satu tahun dan apa yang telah kita lakukan pada satu tahun ini? Kita mungkin hanya duduk manis menonton orang-orang yang berusaha menjadi superhero ataupun yang sudah menjadi superhero. Kita hanya melihat kupu-kupu terbang dengan indahnya kesana kemari. Kita hanya duduk manis menyaksikan prestasi orang lain dan membencinya tanpa berharap menjadi orang yang berprestasi. Akankah yang disebut generasi penerus bangsa hanya menjadi penonton? Padahal didunia ini kita adalah pemain.

Remaja superhero tak akan menyerah meski dalam kondisi apapun. Peristiwa-peristiwa diatas menunjukkan bahwa tekad remaja sangat bulat. Semangatnya melebihi dari seseorang yang telah dewasa karena remaja berfikir idealis dan impannya menjadi realistis apabila diwujudkan dengan sunggh-sungguh. Banyak sekali seseorang yang sukses karena berfikir idealis. Yang awalnya mereka orang yang kurang mampu dalam bidang finansial tapi mereka tetap berjuang dan akhirnya mendapat jerih payah yang ditanamnya pada masa lalu.

Saatnya kita sebagai remaja mulai mengepakkan sayap kita. Mencari makanan yang sesuai dan akhirnya melanjutkan keturunan yang lebih baik. Terbang dengan indah diantara indahnya cahaya kelopak bunga Meneduhkan mata siapapun yang melihatnya. Inilah tujuan hidup seekor kupu-kupu. Hal yang sama terjadi pada kita remaja, saatnya kita tanam benih kebaikan, saatnya kita sadar, saatnya kita mulai bergerak untuk medapatkan apa yang kita impikan. Tentunya mimpi seorang remaja adalah suatu kebahagiaan, tak hanya kebahagiaan dunia saja tapi perlu kita siapkan bekal untuk di akhirat. (agung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: