kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Indahnya Ujian Itu

Ujian dan kehidupan adalah dua hal yang tidak pernah berpisah. Selama roda kehidupan masih berputar, selama itu pula ujian hidup akan terus datang menyapa manusia. Tak terkecuali Greensoulid semua yang lagi asik berdakwah. Layaknya sekolah yang selalu penuh ujian, dakwah juga penuh dengan ujian. Mulai dari yang levelnya beginner sampai ujian dengan level boss.

Ada sebuah kisah tentang perjalanan seorang pemuda. Setelah sekian tahun menuntut ilmu di pulau seberang, akhirnya waktu wisuda telah datang. Tak cukup dengan itu saja. Surat lamaran pekerjaan yang telah dikirim ternyata telah membuahkan hasil. Beberapa hari lagi akan ada panggilan terakhir untuk tes wawancara. Dan menurut teman dari perusahaan itu, wawancara itu hanya formalitas saja. Selama hadir dalam wawancara itu sudah hampir bisa dipastikan salah satu pekerjaan di bank swasta terkenal itu akan menjadi miliknya. Dan pastinya gaji dua digit sudah pasti mudah diraih.
Akan tetapi di tengah suasana bahagia tersebut, muncul sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya Ibu pemuda tersebut yang seharusnya hadir dalam prosesi wisuda tidak nampak sedikitpun batang hidungnya dalam acara tersebut. Bukan karena sang Ibu tidak sayang lagi pada anaknya. Tetapi sekarang sang Ibu tengah terbaring lemah di rumah akibat sakit yang sangat parah.

Dia tinggalkan segera urusan-urusannya. Mulai dari legalisir ijazah di kampus hingga urusan wawancara pekerjaan. Semua ditinggal demi pulang ke kampung halaman, demi menjenguk sekaigus mengantarkan uang untuk biaya Ibu berobat. Maklumlah, Ibu sekarang tinggal sendiri. Biasanya Ibu menggunakan uang hasil pengerjaan sawah yang ditinggal oleh bapak. Tetapi seringkali uang itu tidak cukup. Paman-pamannya terkadang memberi, itupun bila ada kelebihan. Akhirnya, sang pemuda pun kuliah dengan bekerja. Dan Alhamdulillah, selain mendapat beasiswa dia juga bisa mengumpulkan uang yang cukup banyak.
Dengan tergesa-gesa dia segera pergi menuju pelabuhan untuk mengejar kapal terakhir yang berlayar hari ini. Tiket untuk naik kapal segera dibeli. Seperti yang telah diduga, hari ini suasana kapal begitu ramai. Di dalam kapal sudah terlihat banyak orang yang masuk dan menempati bangku-bangku yang tersedia. Di luar kapal tak sedikit pula orang yang berebut masuk ke kapal. Bersama penumpang lain yang kurang beruntung, akhirnya sang pemuda mendapat tempat di dek kanan kapal. Berdiam diri dan menunggu di sana hingga esok ketika kapal sampai di pulau seberang.
Suasana begitu ramai. Deburan ombak berberapa kali harus beradu keras dengan suara rengekan anak kecil di pinggir kapal. Beberapa kali pula para pedagang berkeliling menawarkan dagangannya di tengah kerumunan orang. Suasana malam pun tak jauh mengenaskan. Hujan yang turun membuat udara menjadi dingin. Tak seperti suasana dalam kabin yang hangat. Di luar, suasana sungguh jauh berbeda. Dingin dan gelap. Belum lagi tetesan air hujan yang kadang tidak jauh berbeda dengan percikan ombak. Tapi sang pemuda tetap sabar dan tak pernah mengeluh. Meskipun beberapa pemuda lain sudah lama marah-marah kepada para awak kapal.

Kegelapan perlahan-lahan ditelan oleh cahaya surya pagi. Sang pemuda membuka matanya dengan perlahan. Sedikit demi sedikit cahaya memasuki kedua matanya. Dilhatnya air di sekitar teluk tampak memancarkan cahaya keemasan akibat pantulan sinar matahari pagi. Pelabuhan yang menjadi tujuannya berada di balik teluk tersebut. Para penumpang mulai bersiap menjejakkan kakinya lagi ke tanah. Di tengah kerumunan manusia yang luar biasa, tak disangka hal yang tak dinginkan terjadi. Uang yang tersimpan dalam dompet beserta beberapa surat-surat penting tiba-tiba menghilang dari sakunya. Segera, wajah pemuda tersebut menjadi pucat pasi. Dicarinya dompet tersebut ke mana-mana. Mulai dari tas, jaket, bahkan seluruh bagian kapal telah disusuri untuk mencari dompet tersebut. Dalam dompet tersebut tersimpan uang untuk biaya perjalanan dan juga biaya untuk pengobatan Ibunya.

Ketika kapal telah merapat dan penumpang lain sudah mulai turun, pemuda tersebut semakin bingung. Sembari menerobos kerumunan penumpang lain yang akan turun dicarinya dompet itu ke seluruh penjuru kapal. Hingga akhirnya pemuda ini terpaksa turun karena kapal sudah akan berangkat menuju tempat peristirahatannya.

Dia harus menempuh jalan yang cukup jauh untuk bisa sampai ke rumahnya. Biasanya perjalanan itu ditempuh dengan bus umum atau kereta api. Akan tetapi tanpa uang sepeser pun, itu semua menjadi mustahil. Tetapi sang pemuda pun tidak kekurangan akal. Dia berusaha menjual barang-barang yang dia bawa. Mulai dari HP, tas, bahkan baju-bajunya ditawarkan ke orang-orang di sekelilingnya. Akan tetapi tak satupun yang mau membelinya.

Selama beberapa jam dia berusaha tak kenal lelah. Hingga ia sadar bahwa persediaan makanannya sudah mulai menipis. Dia tidak mungkin menunggu sampai beberapa hari lagi untuk mencapai rumah. Akan tetapi bila dia sampai ke rumah tanpa membawa uang yang cukup akan percuma. Ibunya sangat butuh uang untuk pengobatan.

Di tengah kepanikan itu tiba-tiba muncul seorang bapak berusia paruh baya. Ternyata sang bapak itu telah memperhatikan pemuda itu sejak tadi. Sang pemuda lalu menceritakan kejadian yang menimpanya kepada sang Bapak tersebut. Tanpa disangka-sangka sang bapak tadi ternyata menemukan sebuah dompet yang terjatuh tak jauh dari kamar mandi pelabuhan. Maka bapak tadi tanpa ragu menyerahkan kembali dompet itu kepada pemilik aslinya. Dan setelah di cek, ternyata semua uang miliknya telah raib. Tapi bukan umpatan, makian atau kata-kata kotor lain yang terlontar dari mulut sang pemuda. Hanya sebuah kalimat alhamdulillah yang keluar dari mulutnya.

Terkesan oleh akhlak sang pemuda, bapak yang menemukan dompet itu menawarkan tumpangan pada sang pemuda. Tapi maaf, tumpangan ini bukan tumpangan pada umumnya. Tempat yang tersisa untuk ditumpangi hanyalah bersama para sapi di bak truk milik bapak itu. Karena tak ada pilihan lain, maka diterima tawaran itu. Meskipun kondisi panas dan bau di sana, tetapi sang pemuda itu tetap berjuang untuk sampai ke rumahnya.

Ketika sampai dirumah bukan rasa senang yang ada. Tapi rasa malu bercampur sedih. Bagaimana tidak. Ibunya sekarang sedang terbaring lemah tak berdaya. Ibunya sekarang butuh obat yang harganya sangat mahal. Dan sekarang dia tak membawa uang sama sekali. Padahal dia sudah berjanji.

Maka semakin bingunglah dia. Persediaan obat Ibunya sudah menipis akan tetapi Ibunya masih belum sembuh. Menurut dokter yang memeriksanya, sang Ibu masih perlu mengkonsumsi obat-obatan hingga dua bulan ke depan. Hari demi hari permasalahan tersebut tak kunjung mendapat solusi dan tinggal 1 hari lagi obat-obatan untuk Ibunya akan habis. Apabila Ibunya tidak meminum obat tersebut, maka kemungkinan Ibunya tidak dapat disembuhkan.

Detik demi detik berlalu dan akhirnya pagi pun tiba. Obat masih belum didapat dan dengan terpaksa sang Ibu tidak diberi obat pada pagi itu. Namun sesuatu yang ajaib terjadi di siang harinya. Sang Ibu yang biasanya hanya bisa tidur di atas kasur, pada siang hari itu ia bisa duduk dengan santai. Bahkan raut kesakitan yang biasanya tampak pada wajahnya sudah tak tampak lagi. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah perkataan dokter yang memeriksanya. Dia mengatakan bahwa penyakit Ibu sudah membaik dan hampir bias dikatakan sembuh.

Sang pemuda hanya terdiam tanpa bias mengucapkan kata sepatah kata. Tak disangka air menetes dari matanya. Segala bentuk pengorbanan yang sudah dia lakukan akhirnya berakhir begitu indah. Segala kebingungannya akhirnya terbayar lunas dengan senyuman Ibunya.

Cerita masih belum berakhir. Beberapa hari setelah sang Ibu sembuh, datang sesosok orang ke rumah pemuda itu sambil membawa sebuah kabar gembira. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi syariah menawarkan pekerjaan bagi sang pemuda. Terlebih lagi pekerjaan yang ditawarkan adalah pekerjaan yang telah lama didambakan oleh pemuda tersebut. Seorang pengurus lembaga keuangan syariah. Sebuah pekerjaan yang jauh lebih baik dari menjadi pegawai bank yang penuh dengan riba.

Ujian hidup memang terkadang membuat hati kesal. Gimana nggak, ujian hidup yang satu belum selesai muncul ujian lain yang sama ruwetnya. Apalagi buat Greensoulid yang lagi dakwah. Pasti ada aja masalah itu. Mulai dari temen yang nolak dakwah kita, masalah dengan guru, atau bahkan keluarga juga. Belum lagi masalah remaja pada umumnya. Apaan tuh ? Yups, apalagi kalau bukan masalah si merah jambu.

Tapi ada yang perlu diinget nih. Setiap ujian hanya punya dua akhir. Akhir bahagia atau akhir yang sedih. Berhasil atau gagal. Menang atau kalah.

Kemenangan dan kebahagiaan tidak mungkin didapat dengan perjuangan yang sedikit. Hadiah yang besar pasti membutuhkan perjuangan yang besar. Sebuah akhir yang luar biasa selalu didahului dengan perjuangan yang luar biasa pula. Kebahagiaan pemuda di akhir cerita tak bisa dipisahkan dari cerita perjuangannya di perjalanan. Cerita keberhasilan dakwah Islam di dunia tak pernah lepas dari cerita perjuangan Rasulullah dan para sahabat. Begitu pula dengan cerita keberhasilan dan kesuksesan kita tak pernah lepas dari cerita perjuangan dan pengorbanan.

Itulah kunci sukses meraih kemenangan. Hanya dengan melalui semua ujian dari Allah-lah kita dapat mengambil hadiah yang sudah disiapkan-Nya. Andaikata sang pemuda yang luar biasa ini kuat pada saat di kapal, sabar ketika kehilangan dompet, tidak pernah menyerah ketika menjual barang-barangnya, eh tetapi sudah tidak kuat ketika harus numpang bareng sapi, maka sudah pasti ending ceritanya akan lain.
Jadi, adakah alasan bagi kita untuk menyerah dalam setiap ujian hidup ini? Perlukah kita mengeluh dalam kerasnya beban dakwah di lingkungan kita. Haruskah kita menyerah dengan godaan setan merah jambu yang selalu datang menghantui kita.

Padahal yang Allah sudah sering sekali memberikan pertolongannya pada kita. Pernahkah kita tiba-tiba mendapat keajaiban dengan nilai ujian kita? Padahal kita tidak belajar secara maksimal karena banyak hal dan tidak menyontek juga tentunya. Kemudian pernahkah kita berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan uang, kemudian tiba-tiba ada saja jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut?. Atau mungkin kita pernah mengalami sebuah kecelakaan, tetapi kita secara ajaib tidak terluka parah. Padahal banyak sekali orang lain yang meninggal akibat kecelakaan yang sama. Saudara-saudaraku, marilah kita coba merenungkan lagi keajaiban-keajaiban yang mungkin pernah terjadi dalam kehidupan kita. Itu semua adalah bingkisan-bingkisan kecil dari Allah karena sifat Rahman-Nya dan juga karena kita telah berhasil melewati ujian yang diberikannya.
Satu hal yang pasti juga adalah pilihan Allah itu pastilah pilihan yang terbaik. Meskipun terkadang kita merasa bahwa pilihan kita sudah baik, tetapi bisa jadi bukanlah pilihan yang baik menurut Allah. Bagi sang pemuda mungkin kerja di bank ribawi dengan gaji dua digit itu baik, tetapi tidak bagi Allah. Dia lebih memilihkan pekerjaan yang lebih mulia di lembaga keuangan syariah.

Begitupula dengan kita. Bagi kita, pacaran mungkin enak dan baik. Tetapi tidak bagi Allah. Dan inilah ujian yang nyata bagi kita. Ketika kita memilih untuk pacaran, maka kita sudah terlempar dari jalur memperebutkan hadiah utama. Tetapi bila kita bisa sabar menunggu ke pelaminan, maka sudah pasti ada kebahagiaan yang pastinya jauh lebih besar dari teman-teman kita yang pacaran.

So, jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Allah. Meskipun kadang-kadang ujian dari Allah itu buka satu dua hari aja. Mungkin ujian Allah itu bisa datang selama setahun penuh atau bahkan puluhan tahun. Ingat selalu, semakin banyak yang kita korbankan, maka semakin besar pula hadiah yang akan kita terima. Dan Allah pasti akan membalas dengan balasan yang tak terduga..
Dan yang penting, jangan sampai kita keok di tengah jalan. Jangan sampai kita menyerah justru diwaktu kaki kita tinggal selangkah lagi menuju kemenangan yang besar. Karena ketika kita menyerah di awal atau menyerah di akhir, keduanya sama saja.

Tetap semangat dalam berjuang! Jangan tergoda oleh segala bentuk kemaksiatan. Ingatlah semua keajaiban yang pernah kita alami dan yakinlah bahwa tinggal selangkah lagi kita mendapat keajaiban dan kesuksesan yang jauh lebih besar lagi. (yuna)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: