kami hadir untuk pelajar / siswa yang ingin menjadi muslim sejati yang ingin belajar islam dan menjadi pelajar berprestasi dan mengemban dakwah remaja

Glory

Greensoulid semua tau nggak apa yang paling dicari di dunia ini ? Yups, yang paling dicari didunia ini apalagi kalau bukan kejayaan, kesuksesan, kekayaan, dan ke-an lainnya. Mulai dari jaman jalan kaki, sampai jaman menunggang kuda, hingga sekarang jaman menyetir kuda juga, yang namanya kejayaan dkk selalu jadi tujuan utama hidup. Buktinya setiap jaman selalu saja ada peperangan untuk memperebutkan harta, wilayah, dan lainnya. Apalagi di jaman modern ini.

Kenikmatan, kesuksesan, kejayaan, dan ke-an ke-an yang lain di dalam dunia modern saat ini sudah menjadi sebuah gaya hidup baru. Mulai dari orang yang tinggal di kota bahkan sampai-sampai yang tinggal di hutan belantara pun memiliki persepsi yang sama (jangan sampai ngerasa ya!). Semuanya berusaha sekeras mungkin untuk menggapai mimpi tersebut. Ada yang berhasil dan ada yang tidak, ada yang celaka dan ada pula yang selamat, ada yang melayang diatas angin dan ada pula yang sampai terkubur tanah. Pokoknya semua lengkap n muantheb deh!

Tapi gak semua orang tu yang berhasil dengan cara yang normal. Untuk mencapai kenikatan duniawi , kesuksesan dan lain-lain, banyak yang rela menjalankan segala cara. Demi mencari popularitas, sahabat bahkan sanak keluarga pun dikorbankan. Untuk mencari kekayaan semua hal dilakukan, mulai dari bermain bersama bersama bintang dan angka, meminta barang orang lain dengan paksa (coba tebak!) atau mungkin meminta tanpa paksaan, merusak lingkungan, dan bahkan hingga menggadaikan ketauhidan yang menjadi landasan iman bagi setiap muslim dengan pergi meminta pangsit (eh , wangsit) kepada penunggu wc umum (emangnya dibayar apa?). Demi mendapatkan jabatan yang tinggi di tengah-tengah masyarakat, tapi tetap saja UUD (ujung-ujungnya duit), rakyat yang sudah memberikan amanah kepemimpinan kepadanya pun seakan tidak ada wujudnya lagi, sehingga yang terpikir di kepalanya hanyalah bagaimana cara untuk menambah kekayaannya.

Ketika melihat realitas seperti itu, hanya satu kalimat yang terucap melalui bibir seksi anugrah Allah yang tidak terhingga ini: inna lillahi wa inna ilaihi rajiu’n! Lho, memangnya ada yang meninggal? RW berapa? RT berapa? Eitssss, ckittt, gedubrak! Tenang dulu kakang, mbakyu, adik, kakak, tidak ada yang meninggal kok, cuma pingsan aja kalee! Sebagai seorang muslim sejati (amin), ketika diberi cobaan, bencana, ataupun terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan kita sangat dianjurkan untuk membaca kalimat tersebut (Hayo, siapa yang tahu jawabannya? Ketik reg spasi jawaban kirim ke no di sampul depan). Sekali lagi, LHO?? Kenapa kok perbuatan di atas disebut bencana sampai-sampai harus nyebut? Bukankah tidak ada yang mencium bibir nya si seksi truk?

So pasti gitu loh! Hal-hal diatas itu yang seharusnya membuat kita merinding. Sekarang semua ukurannya materi. Apa-apa dihitung dengan keuntungan materi. Bahkan agama aja dihitung pake ukuran materi. Kalau pekerja menghabiskan waktu siang untuk sholat akan mengurangi produktivitas pabrik. Kalau kita berpuasa pasti kita gak bisa bermain sepak bola secara profesional.

Coba aja bayangkan kalo misalnya Rasulullah berada di zaman ini, di tengah-tengah penduduk Indonesia yang mayoritas penduduknya memiliki iman yang sama seperti beliau (so pasti..) sekaligus sebagai negara muslim terbesar di dunia. Kira-kira kata-kata apa yang akan meluncur dari mulut beliau yang mulia tersebut? Wah, pastinya nggak akan kebayang bagaimana sedih dan hancurnya hati beliau meilhat realitas umatnya yang dikatakan Allah sebagai khoirul ummah (umat terbaik) ini.

Maka tidak heran apabila bagi yang rajin duduk di depan kotak ajaib (baca: televisi), kita kan melihat berita-berita tentang musibah yang sering banget mampir minum kopi ke negeri kita. Masih terngiang di telinga kita bagaimana DAHSYAT-nya peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu di beberapa tempat, yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka, huru-hara terjadi di berbagai kota. Pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini. Busung lapar anak manusia negeri ini yang sering terdengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis, dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan, pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan. Termasuk hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terhanyut dan tenggelam bersama aktivitas yang tidak memberi manfaat sedikit pun.

Wuih…. Lengkap banget deh 1001 penderitaan yang dialami oleh negeri ini. Meskipun di dalamnya berjubelan komunitas muslim terbesar di dunia. Tapi tampaknya fakta tersebut tidak sedikit pun membantu mengatasi masalah yang menimpa negeri ini. Sebenarnya apakah gerangan yang menyebabkan terjadinya semua bencana tersebut?

Ada yang bilang hal tersebut disebabkan oleh kesalahan penduduk negeri ini sendiri, ada yang bilang Allah sedang memberikan peringatan terhadap umat Islam yang tidak lagi menghiraukan Allah atau malahan azab menghampiri kita seperti kaum-kaum tedahulu? Memang di Al-Qur’anul Karim dikisahkan kalo orang-orang zadul (zaman dulu) akan diberikan “hadiah” azab langsung (gak pake dicicil) oleh Allah ketika mereka melakukan sedikit saja kemaksiatan (baca; melanggar perintah dan larangan Allah). Terus apakah bagi kita kaum muslimin juga berlaku hal itu juga? (naudzubillah deh kena adzab)

Mungkin kita merasa sudah mengimani Islam dan mungkin sudah hafal ajaran-ajaran Islam yang sering disampaikan di tempat nongkrong orang-orang gaul akhirat, sampai-sampai nglonthok di luar kepala, ngerasa udah meniti semua ajaran yang ada dalam Islam. Padahal banyak juga lho orang yang sholatnya dicicil-cicil (harus saadar yah kalo emang bener!)

Padahal seringkali kita mengukur islam dengan kehidupan dunia kita. Waktu sholat sering ditinggal karena ngerjakan tugas. Ketika ada perintah dakwah selalu dikaitkan dengan dijauhi teman. Apalagi kalau buat yang cewek nih. Sudah tau kalau perintah memakai jilbab itu wajib, tapi selalu aja dikaitkan dengan gak cantik lah, gak mbois lah. Yang cowok juga gak mau kalah. Ketika main bola suka pakai celana pendek. Padahal itu tidak menutup aurat laki-laki.

Tapi tunggu dulu bro! Bagi para penumpang jurusan dunia-akhirat silakan menempati tempat duduk masing-masing! Sebelum bis yang kita tumpangi keburu berehenti di final destination, kita harus tahu dulu duduk permasalahannya. Jangan nyeruduk ke sana-sini dulu tanpa arah.

Kita pastinya sudah tahu dong bahwa manusia diciptakan di muka bumi untuk beribadah kepada Allah. Kalo begitu, maka konsekuensinya adalah setiap perbuatan kita di dunia ini HARUS berwujud ibadah kepada Allah. Emang sih kedengarannya berat, tapi jangan khawatir deh! Yang namanya agama itu memang diturunkan Allah bukan untuk mempersulit hambanya, terutama yang beriman lho. Bukankah Allah sendiri sudah berjanji bahwa Allah tidak akan menurunkan perkara yang tidak akan sanggup dipikul oleh hambanya? Bener gak sih? Tetapi kebanyakan manusia, plus umat muslim jaman ini, malah mempersulit dirinya sendiri untuk dapat beribadah dan senantiasa dekat dengan Allah. Gimana nggak? Mereka malah memilih jalan yang berkelok-kelok, bahkan menyesatkan, daripada jalan lurus yang sudah dibentangkan di depannya. Ibaratnya orang yang memiliki penglihatan normal tetapi memilih buah yang busuk.

Agama juga sebenernya gak bertentangan dengan kehidupan dunia. Emang sih menurut hukum rimba gak ada kaitannya antara sholat dengan nilai bagus. Dan dipikir sampai botak pun kita gak bisa menemukan hubungan antara pakai jilbab dengan hidup sukses di dunia. Tapi sumpah! Semuanya itu sebenernya berhubungan. Kalau kita menolong agama Allah, pastilah Allah itu akan menolong kita. Kalau kita rajin beribadah, pasti Allah akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Percaya gak ? Percaya aja deh. Liat aja kehidupan seorang yang sholeh ama yang gak sholeh blas. Pasti kehidupannya beda banget. Meskipun orang itu kaya raya pasti hidupnya menderita. Beda dengan orang yang sholeh.

Kalo dipikir-pikir bukannya kita seringkali mendengar kalo Islam itu mengatur setiap jengkal kehidupan kita? Mulai dari mimpi sampai mimpi sampai mimpi lagi. Sehingga bukan menjadi hal yang mustahil kalau hidup kita ini sepenuhnya akan menjadi amalan ibadah kepada Allah. Selain itu, satu hal yang tidak boleh ketinggalan yaitu harus ada suatu keadaan yang mendukung agar semua perintah Allah di dunia ini dapat dilaksanakan secara integral pangkat tiga (baca:lengkap). Tetapi ketika melihat keadaan saat ini, fakta yang ada tidak dapat dijadikan dalil bagi kita untuk tidak melaksanakan perintah Allah lho! So yang harus kita lakukan, terutama sebagai new generation of moslem harus menjadi agent of change bagi agama, lingkungan, dan orang-orang di sekitar kita. Wallahu a’lam (Galang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: